Rabu, 09 November 2016

Visit Lamongan

Kabupaten Lamongan, sebuah daerah "kecil" di pesisir utara Jawa Timur meski tak seterkenal wilayah-wilayah di sekitarnya namun tak ada salahnya untuk dikunjungi. Kecil di sini bukan berarti wilayahnya yang kecil loh ya, tetapi lebih ke pemberitaannya yang tak begitu besar di media-media karena jangkauannya yang agak jauh.
Kembali ke topik. Jadi apa saja yang bisa dikunjungi dari Kabupaten Lamongan?

1. Wisata Bahari Lamongan (WBL)
WBL (sumber: wisatanesia.co)
Ini dia ikonnya Lamongan. Satu wisata yang palinng menonjol di daerah ini dan sekitarnya karena belum ada wisata serupa sebesar WBL. Setidaknya di daerah lingkup Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Tuban, mungkin WBL yang paling besar (harga tiket masuknya? hehe). Meski namanya wisata bahari, WBL tidak menonjolkan sisi alam lautnya, tapi lebih kepada wahana bermainnya. Mirip-mirip Dufan lah. Terdapat puluhan wahana bermain di dalamnya yang mungkin tidak cukup sehari untuk mencoba semuanya.

2. Maharani Zoo & Go 

Mazola (sumber: erybaary.blogspot.co.id)
Nah, wisata ini tepat berada di depan WBL. Sesuai namanya, atraksi dari wisata ini adalah sebuah kebun binatang yang terdapat sebuah goa alami nan indah di dalamnya. Kebun binatang ini termasuk masih baru, jadi masih bersih dan fresh, apalagi jika dibanding Kebun Binatang Surabaya, hehe. Salah satu hewan yang ada di Maharani Zoo dan tidak dijumpai di tempat lain adalah macan putih. Selain itu juga ada museum hewan-hewan purba di dalamnya. Lengkap deh. Tiket bisa dibeli sepaket dengan WBL bisa juga dibeli salah satu atau terpisah.
3. Wisata Religi Sunan Drajat
Sunan Drajat (ayokjalan2.blogspot.co.id)
Masih di Kecamatan Paciran, bagi seorang muslim, wisata religi Wali Songo tentu tak asing lagi. Menjadi salah satu dari sembilan wali penyebar Islam di tanah Jawa, makam Sunan Drajat selalu ramai dikunjungi peziarah setiap hari seperti halnya wali-wali yang lain. Di tempat ini terdapat makam serta museum benda-benda peninggalan Sunan Drajat yang digunakan untuk menyebarkan agama. Selain itu juga banyak terdapat penjual cenderamata dan oleh-oleh khas Kabupaten Lamongan. Tidak jauh dari sini terdapat pondok pesantren tersohor. Tidak lain adalah Pondok Pesantren Sunan Drajat yang diasuh oleh KH. Abdul Ghofur.

4. Waduk Gondang
Waduk Gondang (www.tripadvisor.co.id) 
Waduk Gondang merupakan Waduk (semacam danau) buatan yang berfungsi sebagai tempat wisata sekaligus irigasi. Jika hanya sebuah danau maka kurang menarik. Tapi di sekitar waduk ini terdapat beberapa persewaan perahu bebek yang cukup diminati. Selain itu tempatnya yang rindang, banyak pohon, dan terdapat kebun binatang mini menjadikan Waduk Gondang menjadi destinasi wisata yang menyenangkan bagi muda-mudi maupun keluarga. Sepuluh atau lima belas tahun lalu, Waduk Gondang berada di puncak kejayaannya. Bahkan saya menganggap obyek ini sebagai wisata spesial karena hanya bisa satu tahun sekali ke tempat ini. Tapi sekarang, ketenaran wisata ini turun drastis. Lokasi yang kotor, pengunjung berkurang (tidak perlu data karena penurunannya sangat bisa dirasakan) merupakan indikasi wisata ini sekarang kurang diminati. Apalagi sekarang tidak rahasia lagi jika tempat ini menjadi tempat mesum orang pacaran.
5. Pantai Kutang
Pantai ini masih relatif baru terkenal. Namanya cukup unik, seunik pemilik nama aslinya. Pantai ini cukup menarik pengunjung wisata sekitar karena pasirnya yang putih. Jangan bayangkan deretan pantai indah di laut selatan Jawa Timur dari Banyuwangi sampai Tulungagung dengan biru air dan ombak besarnya. Ini pantai utara yang "dangkal." Paling tidak pantai ini sudah bisa menyegarkan dari haus suasana pantai.

Rabu, 19 Oktober 2016

Mencoba Lebih Mengenal Diri Sendiri

Kelahiran
Saya dilahirkan di tempat terpencil di Jawa Timur, tepatnya di Dusun Pereng, Desa Sumberjo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dan tercatat di Akte pada hari Sabtu (Legi), 07 Januari 1995. Tapi secara de jure, saya lahir hari Jum'at, 6 Januari. Tapi dianggap lahir hari besoknya karena saya lahir jam 11 malam, pas enaknya orang tidur itu. Jadi mohon maaf bagi yang terganggu malam-malam karena kelahiran saya, hehe. Saya tidak ingat (lebih tepatnya belum tahu) terlahir dengan bobot berapa kilo atau panjang berapa cm. Yang saya tahu dari foto, masa kecil saya sebelum bisa berjalan saya lumayan sehat dilihat dari badan saya yang kekar, hehehe. Tapi setelah usia beberapa tahun sampai SMA badan saya jadi kurus. Entah karena kurang nafsu makan atau karena gen. Padahal kata Ayah, sejak kecil saya gak kurang sirup/obat/suplemen vitamin dan sebagainya. Tapi kenyataannya ya badan saya segitu saja sampai SMA. Tapi setelah SMA semua berubah. Mungkin efek sirup baru bekerja saat itu. Nafsu makan saya meningkat drastis, tinggi badan naik pesat, dan berat badan juga ikut. Porsi makan kini bisa disamakan dengan kuli bangunan, wkwkwk.

Pendidikan
Pendidikan formal saya dimulai sejak usia 4 tahun. Waktu itu saya langsung kelas 1 MI/SD. Karena dinilai usia saya terlalu dini ketika masuk SD, maka saya tinggal 2 tahun di kelas 1. Jadi baru tahun 2001 saya naik kelas 2. Itupun juga masih sedikit terlalu cepat. Setelah itu secara umum pendidikan saya lancar-lancar saja bahkan beberapa kali sempat membanggakan dengan sering meraih 3 besar di SD.

Kepribadian
Secara kepribadian, emmm... Saya belum sepenuhnya memahami seperti apa saya sebenarnya. Tapi baru di usia 21 saya merasa saya adalah orang berkepribadian melankolis. Beberapa deskripsi dari diri saya antara lain:
  •  Kurang PD. Sejak kecil saya selalu diejek orangtua saya tentang yang satu ini. Kesannya saya seperti "takut" dengan orang baru.
  • Suka demam panggung, sejak kecil hingga sekarang. Ada korelasi dengan poin pertama. Bedanya waktu kecil saya lebih berani "menantang" demam saya yang satu ini. Meski jantung berdebar, tapi saya dulu pernah bernyanyi di depan banyak orang (nyanyian anak lho, bukan dangdutan), Mewakili membaca Ikrar Santri waktu TPQ, Lomba pidato beberapa kali, Pidato perpisahan saat SD. Sedang sekarang lebih banyak ciut nyali padahal sekarang lebih mengerti cara menguasai keadaan di depan umum. Entahlah.
  • Banyak pertimbangan dalam mengambil keputusan.
  • Sistematis dan teratur. Ketika saya mau ke gunung tentu bawa Tas Keril dan berisi banyak peralatan serta perlengkapan. Lha, dalam mengisi tas itu saya harus mencatat apa saja yang harus saya bawa, apa sudah ada, apakah sudah siap, apakah sudah masuk tas. Jika tidak seperti itu seringkali ada barang yang tertinggal karena saya juga agak pelupa, hehe.
  • Rapi. Ada yang mengganjal jika barang-barang di kamar saya tidak rapi. Tapi sekalinya berantakan saya gak mau tidur kamar, hehe.
 Ini yang seru. Hobi dan selera saya banyak dan beragam. Ini kalau dilist (urutan tidak berarti apa-apa):
  • Olahraga dan permainan: Sepakbola/futsal, Badminton, naik gunung, main kelereng, main poker, remi, karambol, game & playstation.
  • Fotografi
  • Otomotif: Motor, Moto GP.
  • Dangdut Koplo
  • Geografi dan Astronomi
  • Bola donk.
  • Komputer dan IT
  • Yang lain mungkin lupa belum ditulis hehe
Saya tertarik jika membicarakan hal-hal di atas terutama Otomotif dan Sepakbola. Liverpool FC, New Pallapa, Dani Pedrosa, selalu menarik untuk dijadikan topik pembicaraan.

Mungkin hal-hal di atas cukup untuk menggambarkan diri saya. Namun tentu saja ada hal yang belum saya ketahui. Tak dapat dipungkiri pasti masih buuuanyak kekurangan saya bahkan yang belum saya ketahui. Namun saya berharap kedapannya agar menjadi lebih baik lagi.

Senin, 17 Oktober 2016

Ini Badan Apa Kardus? Rapuh Amat

Mungkin jika dilihat dari luar, saya baik-baik saja. Memang benar, tubuh saya ideal secara perbandingan tinggi dan berat. 170cm berbanding 59 kilogram tentu tak terlihat seperti orang yang terlalu kurus apalagi kegemukan, bukan? Iya itu dari luar. Dari dalam? Sebagian yang saya rasakan sensitif diantaranya adalah:

1. Tenggorokan
Tenggorokan saya beberapa bulan ini mengalami gatal kambuhan. Entah secara medis ini penyakit apa, tapi yang pasti saya mengalami batuk-batuk setiap hari. Lama batuk antara 2-5 jam dengan waktu yang berbeda. Berbagai obat dari yang murah sampai lumayan mahal sudah saya tenggak. Sudah pernah periksa dan dikasih obat yang saya tahu itu obat alergi. Jadi sepertinya harus hati-hati dengan minuman tertentu. Alhamdulillah agak menurun intensitas batuknya. Namun kadangkala masih muncul batuk ini.
2. Kulit
Bermacam penyakit kulit telah menghiasi indah dan mulusnya kulit saya sejak tahun 2016 ini. Awal tahun alergi datang, dan berganti menjadi Scabies untuk melanjutkan estafet penyakit kulit saya. Alhamdulillah tidak terlalu lama penyakitnya, namun bulan September penyakit jamur datang. Meski tak semengerikan Scabies namun sangat sangat mengganggu dengan warna, tekstur dan rasa gatalnya. Apalagi posisinya di Sekitar P*nis. Dari ketiga penyakit kulit tersebut, Scabies paling menguras biaya sekelas mahasiswa ini. Krimnya Rp. 37000, serta terapi ke tempat wisata air panas yang jauh sebenarnya juga tidak murah. Tapi ada kemajuan di kulit yaitu jerawat saya berkurang, hehe.

3. Perut
Porsi makan seperti kuli bangunan sebenarnya. Tapi seringkali saya menahan hasrat makan besar demi menjaga kapasitas perut. Perut rasanya tidak nyaman jika makan terlalu banyak. Tapi memang segala yang berlebihan itu tidak baik sih. Selain itu juga rentan sakit dengan rasa pedas. 

Cuma tiga jenis tapi sudah sangat mengganggu dan tentu saja saya tidak bisa dikatakan sehat seratus persen. Menilik kondisi saya di masa lalu yang prima, kondisi saya saat ini bisa dibilang menurun. Di masa lalu, meski saya mempunyai tubuh kurus, tapi daya tahan tubuh saya top deh. Asal tidak pedas dan doyan, makan minum apa saja diterima ini perut. Kedinginan, kepanasan, kehujanan, mandi air apapun gak ada masalah dengan kulit.
Tapi sekarang kok jadi begini ya? Padahal gak rokok, gak minum minuman keras. Hmmmm, entahlah. Semoga kedepannya kesehatan saya dan kita semua semakin baik. Yang penting tetep makan deh, hehehe.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Ini yang Belajar Siapa? Tugas Siapa? Kok yang Ngerjakan Saya?


Ehm, sudah enam bulan ini saya bertahan hidup di Surabaya dengan nyambi sebagai tukang print sekaligus penjaga warnet. Selama itu pula banyak kejadian-kejadian ganjil yang saya alami. Jangan merinding, ini sebenarnya konyol. Beberapa kejadian antara lain ada yang menanyakan, "Mas, bisa ngeprint?" Beeeeeh, padahal udah kelihatan ada banyak printer berjejer rapi dengan masing-masing PC-nya yang siap nyetak ekspresi wajahmu loh. Ada lagi yang tanya, "Mas printernya bisa?" Agak mending sih tapi masih sedikit konyol.
Dan kejadian konyol yang sering adalah... Seringkali ada pelajar (masih siswa), kebanyakan masih SD, yang minta tolong dengan wajah polos dan memelas untuk ngerjakan tugas dari gurunya. "Mas, tolong carikan nama-nama gunung di Indonesia beserta gambarnya!", "kak, carikan rumah adat di Pulau Kalimantan. Sama pakaian adatnya juga. Sama makanan khasnya!", dan segala macam seperti itu. Dan ada yang lebih parah lagi itu ibunya yang datang. Ibu dengan tanpa rasa bersalah sama sekali minta tolong kepada seorang penjaga warnet dan tukang print untuk mengerjakan tugas anaknya. Kok gak mikir ini tugas anaknya tapi dikerjakan orang lain. Yang lebih menjengkelkan itu yang kayak gini, "Mas, ngeprint." Kata-kata yang biasa sekali jika diucapkan mahasiswa. Bedanya kalo yang ngomong itu anak SD, saya celingukan kok gak ada flashdisk. Pas ditanya mana yang diprint, jawabnya dengan nada datar dan polos... "Contoh-contoh hewan melahirkan dan bertelur beserta gambarnya." Jiiaaaaaaaah, ini mah sama aja suruh nyari. Ngelus dada saja deh. Dongkol memang rasanya.
Cuma bisa mengumpat daIam hati, "Ini tugasmu le, Mbok ya dicari sendiri." Sebagai mahasiswa pendidikan yang diarahkan untuk menjadi guru saya juga ingin menasehati. Tapi sadar posisi di sini adalah sebagai penjaga warnet dan percetakan. Menerima keberatan, kalau nolak kasihan, gak enak juga apalagi ibunya yang datang.
Permasalahan kecil seperti ini harusnya tidak boleh dibiarkan. Lama kelamaan siswa bisa ketergantungan sama penjaga warnet, wkwkwk. Mungkin suatu waktu nanti jika ada lagi seperti ini saya mau tanya siapa gurunya. Cari tahu biar bisa dicari solusi untuk masalah ini. Ada solusi??

Sabtu, 17 September 2016

Siswa yang Dulu Dianggap Bodoh, Kini.........

Ada seorang anak yang bernama Hamid ...
Dia bersekolah di sebuah desa terpencil di pedalaman Jeneponto.
Semua teman sekelas membencinya karena kebodohannya, terlebih lagi guru si Hamid yg selalu berteriak kepadanya..

"Kamu membuat saya gila Hamid !!! "

Suatu hari ibunya datang ke sekolah untuk melihat apa yg Hamid lakukan, si guru menceritakan apa adanya kpd sang ibu bahwa anaknya adalah sebuah bencana bagi sekolah, selalu dapat nilai jelek dan dia tidak pernah melihat ada anak sebodoh itu di sepanjang karirnya sbg guru.
Ibu si Hamid tidak terima mendapatkan laporan seperti itu, oleh ibu Hamid dikeluarkan dari sekolah itu dan diajak pindah ke kota lain.

Akhirnya .... 25 tahun kemudian, sang guru terkena serangan jantung, dokter menyarankan agar dia melakukan operasi ke dokter spesialis bedah jantung.
Karena tak ada jalan lain, akhirnya operasi pun dilakukan dan sukses.

Sesaat setelah operasi, sang guru membuka matanya, dia melihat seorang dokter yang tampan sdg tersenyum padanya, dia mau mengucapkan sesuatu pada si dokter tapi tak mampu bicara karena masih terpengaruh obat bius.

Sejurus kemudian...
Sang guru kelihatan panik dan menggerak-gerakan kepalanya, wajahnya mulai kelihatan membiru, dia mengangkat tangannya untuk memberitahu sang dokter tentang sesuatu...

Tapi ternyata terlambat, si guru akhirnya meninggal dunia.

Sang dokter sangat terkejut dan berusaha memahami apa yang barusan terjadi, dia membalikan badannya dan melihat si Hamid yg bekerja di rumah sakit itu sebagai cleaning service telah mencabut colokan listrik alat bantu pernapasan untuk diganti dengan colokan listrik vacuum cleanernya.

Jadi jika anda tadi berpikir bahwa Hamid adalah si dokter...
SALAH..

Ini berarti anda terlalu banyak nonton sinetron atau film India atau terlalu sering menghadiri seminar motivasi


(Copas dari fb, entah siapa pengaran aslinya)

 
© Copyright 2035 Apa yang Saya Pikirkan?
Theme by Yusuf Fikri